Fokus di Taput dan Humbahas, Jepang Kembangkan Biodiesel di Indonesia

Medan (SIB)


Krisis BBM yang melanda dunia saat ini membutuhkan inovasi baru sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) seperti bio gas yang berasal dari pohon jarak.
Sebuah perusahaan di Jepang yang bergerak dalam pengembangan jalan tol West Nippon Expressway Engineering Chugoku Co Ltd, berupaya memecahkan problematika BBM dengan mengembangkan industri bio diesel ramah lingkungan.
Perwakilan dari perusahaan tersebut terdiri dari team leader, Shigeru Matsutomi, koordinator utama Funituka Ishikawa dan koordinator pelaksana Ishisuga Yasuhiro, Jum’at (11/7) melakukan audiensi dengan Wagubsu Gatot Pujo Nugroho ST di ruang kerja wagubsu.

Kedatangan perwakilan investor Jepang tersebut didampingi sekaligus mediator pertemuan anggota DPD asal Sumut Yopi S Batubara.
Wagubsu didampingi Kaban Investasi dan Promosi Provsu Sabrina, pelaksana tugas Bappedasu Hariadi, Kesbang Linmas Salamuddin serta Wakadis Jalan dan Jembatan Naek Hutagalung, menyambut baik kedatangan perwakilan perusahaan West Nippon Expressway Engineering Chugo Co Ltd sebagai bagian dari kebijakan Pempropsu dalam bidang pengembangan investasi.
Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai prospek penanaman pohon jarak di beberapa wilayah Sumut antara lain di 10 kabupaten/kota dengan luas areal 4,2 juta hektar, yang selama ini masih belum tersentuh atau dianggap sebagai lahan kritis seperti di Kabupaten Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Dairi, Taput, Madina dan Sergai.
Dari beberapa wilayah itu setelah dilakukan penelitian oleh tim ahli dari perusahaan West Nippon Expressway Engineering Chugoku Co Ltd, namun sementara ini akan difokuskan hanya di dua kabupaten yakni Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.
Direncanakan di dua kabupaten ini akan ditanami 3 juta batang pohon jarak di areal seluas 1000 hektar. Dari jumlah pohon yang ditanam tersebut nantinya diharapkan akan menghasilan 7200 ton biodesel pertahun.
Wagubsu Gatot Pujo Nugroho mengatakan, penanaman modal di wilayah Sumut harus menyentuh kepada tiga elemen utama, yakni pemerintah, pemilik modal dan masyarakat. Ketiga elemen tersebut diharapkan akan diuntungkan utamanya untuk kemakmuran masyarakat.
Menurut team leader West Nippon Expressway Engineering Chugo Co Ltd Shigeru Matsutomi, penanaman pohon jarak di dua kabupaten di Sumut merupakan tahap awal dan direncanakan akan dilanjutkan kepada proyek yang lebih besar lagi di masa mendatang. Ditambahkannya nantinya setelah proyek ini berhasil, maka Jepang merupakan negara pertama yang akan mengimpor biodiesel dari Indonesia.
Pertemuan tersebut akan dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya guna membahas secara lebih teknis tentang pelaksanaan di lapangan sekaligus para petani. (M35/m)

Catatan Swy: Bersiap-siaplah Pakkat akan dibanjiri dengan bibit pohon jarak.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.